KKMSB - Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat

Formulir Keanggotaan KKMSB
Ket. Kontainer dan kawat berduri yang dipasang militer Thailand untuk menghalangi jalan menuju Desa Chouk Chey. Kamboja pada Sabtu (3/1) menyerukan agar Thailand  menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim Phnom Penh sebagai wilayahnya.
Ket. Kontainer dan kawat berduri yang dipasang militer Thailand untuk menghalangi jalan menuju Desa Chouk Chey. Kamboja pada Sabtu (3/1) menyerukan agar Thailand  menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim Phnom Penh sebagai wilayahnya.

Kamboja pada Sabtu (3/1) menyerukan agar negara tetangganya, Thailand,  menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim Phnom Penh sebagai wilayahnya, sepekan setelah gencatan senjata yang menghentikan bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan yang disengketakan.

Perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara negara-negara tetangga di Asia tenggara ini meletus menjadi bentrokan militer beberapa kali tahun lalu, dengan pertempuran pada bulan Desember menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak. Pada 27 desember lalu, kedua negara sepakat untuk melakukan gencatan senjata demi mengakhiri bentrokan selama tiga pekan.Namun Kamboja mengatakan bahwa selama periode tersebut, Thailand merebut beberapa wilayah di empat provinsi perbatasan.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Kamboja menuntut penarikan seluruh personel dan peralatan militer Thailand dari wilayah Kerajaan Kamboja ke posisi yang sepenuhnya sesuai dengan perbatasan yang ditetapkan secara hukum. Kementerian Luar Negeri Kamboja juga menyerukan kepada Thailand untuk segera mengakhiri semua aktivitas militer yang bermusuhan di sepanjang perbatasan dan di dalam wilayah Kamboja. Militer Thailand menolak klaim bahwa mereka telah menggunakan kekerasan untuk merebut wilayah Kamboja, dan bersikeras bahwa pasukan mereka hadir di daerah-daerah yang selalu menjadi milik Thailand.

Konflik perbatasan antara kedua negara tersebut berakar dari perselisihan mengenai penetapan batas wilayah sepanjang 800 kilometer pada era kolonial, di mana kedua belah pihak mengklaim wilayah dan sejumlah reruntuhan kuil berusia berabad-abad.

Aneksasi Ilegal
Sebelumnya pada Jumat (2/1), Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, menuduh Thailand melancarkan aneksasi ilegal terhadap sebuah desa perbatasan.“Militer Thailand telah memulai aneksasi ilegal wilayah Kamboja ke Thailand, terutama di Desa Chouk Chey,” ucap Neth Pheaktra.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, membantah narasi Phnom Penh, danmengatakan negaranya tidak pernah melanggar kedaulatan negara lain dan telah bertindak sesuai dengan peraturan internasional. Sementara militer Thailand dengan tanpa menyebutkan lokasi tertentu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menguasai wilayah yang selalu menjadi milik Thailand tetapi telah diduduki oleh Kamboja. Sedangkan menteri Kamboja mengatakan bahwa pasukan Thailand telah merusak bangunan sipil, memasang kawat berduri dan kontainer untuk membuat “pagar perbatasan” dan memasangnya  untuk mengklaim wilayah yang disengketakan.

“Penegasan sepihak atas kedaulatan Thailand dengan kekerasan juga ditunjukkan dengan mengibarkan bendera nasional Thailand,” ucap Neth Pheaktra. “Kamboja tidak akan mengakui perubahan apapun pada garis batas akibat penggunaan kekerasan,” imbuh dia.

Sebuah peta yang diberikan kepada AFP oleh Kementerian Informasi Kamboja menunjukkan kehadiran militer Thailand di wilayah yang diklaim Kamboja sebagai miliknya di daerah Chouk Chey. Menurut peta Kamboja tersebut, Thailand sekarang menguasai daerah yang, pada titik terjauhnya, berjarak sekitar 750 meter dari garis batas yang ditarik oleh Phnom Penh melalui desa tersebut.

Chouk Chey, yang penduduknya mengungsi akibat pertempuran pada Desember lalu, terletak di sebidang tanah perbatasan antara Provinsi Banteay Meanchey di Kamboja dan Provinsi Sa Kaeo di Thailand. Thailand pernah menampung pengungsi perang Kamboja ke daerah itu pada era ‘80-an, dengan beberapa keluarga yang tersisa tinggal setelah pertempuran berhenti dalam perang saudara Kamboja. Tentara Thailand mengatakan warga sipil Kamboja telah merambah wilayah Thailand, membangun komunitas dan tempat tinggal secara ilegal. AFP/I-1

Joomla templates by a4joomla