KKMSB - Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat

Formulir Keanggotaan KKMSB
  • Sumber: katinting.com
  • Penulis: Fhatur Anjasmara

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, menegaskan komitmennya bersama Gubernur Sulbar Suhardi Duka memperjuangkan peningkatan infrastruktur dan pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Polewali Mandar.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri peresmian Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Haq Dakka, Kecamatan Tapango, Senin (04/11).

Dalam sambutannya, Salim menguraikan sejumlah langkah strategis yang telah ia jalankan, mulai dari perjuangan anggaran pembangunan pesantren hingga dukungan fasilitas pertanian dan pengairan yang baru-baru ini diperjuangkan di Jakarta.

“Di BAZNAS banyak bantuan, mulai dari bedah rumah untuk warga miskin hingga beasiswa S1, S2, dan S3. Saya ajukan dan Alhamdulillah dikabulkan,” ungkapnya.

Wagub Sulbar ini juga mengungkap komunikasi intens dengan Ketua BAZNAS Nasional untuk menyalurkan beragam program sosial dan pendidikan bagi masyarakat Sulbar.

Tak hanya itu, ia telah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri di tingkat pusat, mendorong program strategis yang langsung menyentuh masyarakat, seperti bantuan pertanian dan pengembangan sumber daya lokal.

“Saya sudah bertemu Menteri Pertanian; meminta bibit padi, traktor, dan rehabilitasi laboratorium kesehatan hewan. Semua ini berpotensi meningkatkan PAD dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Salim juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola investasi yang bersih, profesional, dan tanpa birokrasi berbelit di daerah.

“Jika investor datang, jangan langsung dimintai sesuatu sebelum bekerja. Pendekatan seperti itu justru menakut-nakuti mereka. Saya sampaikan, tidak boleh ada perantara; urusan harus langsung dengan pemerintah daerah agar rakyat yang menikmati manfaatnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, efisiensi anggaran di pemerintah pusat bukan berarti kekurangan dana, melainkan wujud pengawasan agar daerah kreatif menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Oleh sebab itu, jangan putus asa. Anggaran pusat tersedia luas, asal program kita jelas dan transparan,” katanya optimis.

Lebih dari pembangunan fisik, Wagub juga menekankan pentingnya etika beragama dan keikhlasan dalam bekerja. Ia menolak tawaran perjalanan ibadah haji menggunakan fasilitas negara.

“Saya bilang, haji untuk yang mampu. Jangan haji atas biaya dinas. Saya tidak mau jadi haji Abidin,” ujarnya dengan senyum ringan.

Di akhir sambutannya, Salim berharap pendamping jamaah haji ke depan adalah para ustaz, guru agama, dan imam masjid, bukan sekadar pejabat.

“Biarkan tokoh agama yang mendampingi jamaah agar makna ibadah semakin mendalam,” tutup Wagub Sulbar. (*/Fhatur Anjasmara)

Joomla templates by a4joomla